Pelita Jaya Laporkan Kasus Diego ke KPSI

"Kenapa saya ke KPSI? Karena Pelita Jaya salah satu di antara 452 pemilik suara."

Senin, 2 Januari 2012, 20:12 WIB
Edwan Ruriansyah, Ali Usman
Diego Michiels (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - Manajer Pelita Jaya, Lalu Mara Satriawangsa hari ini secaera resmi melaporkan kasus pengunduran diri Diego Michiels kepada Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI). Pengaduan tersebut, menurut Lalu Mara, terkait adanya dugaan ancaman dan tekanan yang dilakukan PSSI terhadap Diego, hingga pemain naturalisasi itu meminta keluar dari Pelita Jaya.

"Kenapa saya ke KPSI? Karena Pelita Jaya merupakan salah satu di antara 452 pemilik suara yang mencabut mandat PSSI. Kami minta KPSI melaporkan persoalan ini kepada FIFA dan AFC. Saya yakin ada yang tidak lazim dalam pengunduran diri Diego. Adanya ancaman dan tekanan terhadap pemain merupakan pelanggaran berat yang dilakukan PSSI," ujar Lalu Mara di kantor KPSI, Senayan, Jakarta, Senin 2 Januari 2012.

Upaya melaporkan PSSI kepada FIFA dan AFC tersebut dilakukan pihak Pelita Jaya setelah mendapatkan sejumlah fakta mengejutkan di balik keinginan hengkang Diego. Lalu Mara mengatakan, Diego mengaku langkahnya tersebut sebelumnya telah diatur dan dipersiapkan sedemikian rupa oleh PSSI.

"Diego bimbang dan bingung. Ada perkataan bahwa semua akan disiapkan oleh Pak Limbong. Jadi saat ini saya katakan perang dengan Bernhard Limbong. Tindakan mereka mengancam dan menekan pemain kami harus dibawa ke jalur hukum. Setelah melaporkan pada FIFA dan AFC, saya juga akan bawa masalah ini ke Komisi I DPR," ujar Lalu Mara.

Laporan Pelita Jaya soal Diego ini diterima langsung oleh Sekjen KPSI, Hinca Pandjaitan. Hinca mengatakan, KPSI segera melanjutkan laporan Pelita Jaya tersebut kepada FIFA dan AFC dalam waktu dekat. Menurutnya, ada hal yang tidak lazim yang terjadi dalam proses pengajuan pengunduran diri Diego.

Hinca menjelaskan, salah satu yang digarisbawahi KPSI dalam kasus Diego adalah ikut tercantumnya nama Ketua Umum PSSI, Ketua Komite Kompetisi, Penanggungjawab Timnas, dan Koordinator Timnas dalam surat pengajuan pengunduran diri yang dikirimkan Diego.

"Dalam surat itu ada tembusan atau Carbon Copy to (cc) yang ternyata dikirimkan kepada Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, Ketua Bidang Kompetisi, Sihar Sitorus, Penanggungjawab Timnas, Bernhard Limbong dan Koordinator Timnas, Bob Hippy. Itu tidak pernah ada sebelumnya dalam surat menyurat atau kontrak antara pemain dan klub," ujar Hinca.

Setelah melaporkan persoalan tersebut kepada KPSI, pihak Pelita Jaya rencananya juga akan melaporkan persoalan dugaan adanya ancaman kepada pemain tersebut kepada Komisi I DPR RI, untuk menanyakan kepada Kepala Staf Angkatan Darat, dan Panglima TNI menyangkut nama Bernhard Limbong.

Pelita Jaya juga akan mendatangi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), dan juga menunjuk kuasa hukum untuk dibuatkan delik aduan pidana. "Limbong adukan ini ke Komisi I DPR. Saya memang belum tentu benar. Tapi, saya akan fight untuk memperjuangkan ini melalui langkah hukum. Saya akan fair play bermain. Kebenarannya akan ditentukan di sana. Bukan hanya perang statement di media," tutur Lalu Mara. (eh)

• VIVAnews
Rating
Komentar
thukul999
03/01/2012
gkgkgkgkgk...emg kalo gk punya induk organisasi ya kayak gini ..lapor ke KPSI...trus tindak lanjutnya apa????plg2 ya statment njelekin PSSI....
Balas   • Laporkan
dr.pukimak
03/01/2012
memang seharusnya kepengurusan Bpk.Johar harus tegas terhadap ekstrimis2 dengan tindakan inilah persepakbolaan kita akan maju....maju terus Mr johar Cs
Balas   • Laporkan
cepotbolaindo
03/01/2012
Ini kesempatan baik bagi Persib untuk kembali ke jalur yang benar! Kalau mau konsultasi tentunya ke orang-orang atau klub yang baik bukan klub ISL! Kalau kompak sesama ISL ya itu cuma kekompakan kelompok koruptor, orang-orang buruk. Lihatlah di PSSI: ad
Balas   • Laporkan
PSSI sekarang..........!!!!
Balas   • Laporkan
d_dayu
02/01/2012
udahlah bang ikhlasin aja.. ga usah pura-pura ngotot gitu. Sebenarnya dari hati kecil anda sih udah tau, kalo anda tuh sdh masuk kedalam kelompok orang-orang yg keliru. AFC dan FIFA gk bakalan nrima laporan anda, krn KPSI itu tdk di akui FIFA. setuju?
Balas   • Laporkan
pablo.. | 03/01/2012 | Laporkan
bagi anda yg pinter2,dan bisa buka situs selain viva news maka ada berita terbaru kalo KPSI itu tidak di akui FIFA JUGA,,kasihan ya
cinta__indonesia | 03/01/2012 | Laporkan
dgn adanya viva tdk mendengarkan kisruh d PSSI g akan selesai masalah d PSSI jd kita lihat aja siapa yg akan menang KPSI / PSSI saatnya johar di turunkan paksa
omradsky | 03/01/2012 | Laporkan
nga setuju ah palingan bulan depan KPSI yg disetujui FIFA, kita tunggu ajam gimana, setuju
jinggocafe
02/01/2012
Hidup Pelita maju terus....laporkan..biar PSSI di banned FIFA & AFC...stelah itu kita turun kan Djohar cs.
Balas   • Laporkan
zaqi.aullya | 03/01/2012 | Laporkan
ha..haa.hahhhaaa udh kebelet pngen pesta2 ngabisin uang apbd lagii yeee... jgn mimpii broooo.. makanya cari uang halal kasian tuh keluargaaa di kasih racun | via VIVAbola
rudy69 | 03/01/2012 | Laporkan
om cepot sama nih ama gw mimpi nurunin djohar,eh djoharnya keburu mati duluan......
cepotbolaindo | 03/01/2012 | Laporkan
Mimpi mau nurunin Djohar. | via VIVAbola
anto_dea
02/01/2012
komite perusak sepak indonesia | via VIVAbola
Balas   • Laporkan
bacox_silent | 02/01/2012 | Laporkan
ah so tau lo.apalagi lo yg urus makin hancur.. mang lo bisa gt.. primitip mnding diem koplok..
sataniccorp
02/01/2012
FIFA Tak Akui Keberadaan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia..FIFA hanya mengakui legalitas PSSI..
Balas   • Laporkan
zaqi.aullya | 03/01/2012 | Laporkan
kpsi mimpi nurdin CS buat nguasain bola lagiii... ckckcck beringin emang banyak hatuunya yaaa | via VIVAbola
cinta__indonesia | 03/01/2012 | Laporkan
fifa ga mungkin akan diam dan menutup mata dan telinganya dgn ada nya konflik pSSI liat aja siapa yg menang KPSI VS PSSI maju terus KPSI.....
embuh | 02/01/2012 | Laporkan
betul bro...smua hanya sia2 belaka...
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ