VIVAnews - Ketua Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) Tony Apriliani, menegaskan pihaknya tidak akan mengambil alih kantor PSSI di Senayan, Jakarta. Menurutnya, KPSI hanya menempati salah satu ruangan di lokasi yang tak jauh dari PSSI.
Sebelumnya Anggota Komite Eksekutif PSSI, Roberto Rouw, mengatakan, KPSI akan mengambil alih kantor PSSI mulai Senin, 2 Januari 2012. Namun hal ini diklarifikasi oleh Toni.
"Siapa yang bilang begitu? Saya enggak pernah bilang seperti itu. Yang benar kami berkantor di wilayah di sekitar PSSI. Semua sudah siap," ujar Toni saat dihubungi wartawan.
KPSI sendiri rencananya mulai berkantor di Senayan hari ini. Selanjutnya, KPSI akan bekerja sesuai agenda, yakni mengambil alih peranan dan tugas PSSI sembari mempersiapkan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya, 6 Maret nanti.
Menurut Toni, pihaknya segera menjalankan roda organisasi sesuai amanat mayoritas anggota PSSI. Seperti diketahui, sebanyak 452 dari total 583 anggota PSSI, baik dari klub maupun Pengprov sepakat untuk mencabut mandat mereka dari kepengurusan PSSI Djohar Arifin Husin, dan menyerahkannya pada KPSI.
Setelah kepengurusan saat ini demisioner, KPSI sebagai pengganti sementara kepengurusan PSSI akan mempersiapkan Kongres Tahunan PSSI pada 21 Januari mendatang di Bandung, Jawa Barat. Agenda pokok kongres tersebut adalah memilih Komite Pemilihan, serta Komite Banding Pemilihan.
Sementara itu, puluhan orang berkaos hitam sudah terlihat berjaga di kantor PSSI sejak pagi tadi. Mereka mengaku berasal dari Tanah Abang. Pada baju yang dikenakan tertulis SATGAS
"Kami dari Tanah Abang. Ini semua anak-anak dari Tanah Abang. Kami pernah jaga di sini sebelum tahun baru dan sekarang diminta jaga di sini lagi. Belum tahu sampai kapan," ujar salah seorang di antaranya saat ditemui VIVAnews.
• VIVAnews
Rating
Komentar
kursus.b.dec
03/01/2012
udah gini aja, kasih kesempatan buat Johar, tp minta 6 klub itu dikeluarkan. Ganti nama Liga Indonesia bukan IPL ato ISL. ganti kepengurusan klo cuma orang2 lama yg sudah gagal 8 tahun juga buat apa.
bacox_silent
| 03/01/2012
|
Laporkan
ya gk lah klo fifa datang sama z mmbantu stu pihak dong,fifa hnya btuh laporan nya z dr kpsi,mslh intern fifa mnyerahkan gi sama pssi.
org" johar cs gk paham betul arti n tujuan kompetisi!! gk paham profesionalisme n sportifitas!! kami bukan atas nama KPSI, tp atas nama klup yg d dzolimi!! kami berjuang dr kasta bawah utk sampai atas, tau" ada yg mlenggang gratis,,mata lo soak! haa???!!!
bosen ...liatnya Saran dan pesan buat TVone untuk mengadakan acara untuk memangio kedua kubu, . PSSI dan KPSI agar duduk bersama dan mngbungkn visi misi yg berbeda..klo ribut terus kpn liat liga indonesi yg nyamn diliat dan timnas yg tnggu ,,triims
KPSI=kelompok preman silite ireng wkwkwkwkwkw...mau apa lg FIFA gk mengakui KPSI...mau dibawa kemana lagi...diego aja dah kluar pelita...bentar lagi pasti rame2 exodus..wong jelas ISL gk jelas juntrungnya.....
bacox_silent
| 02/01/2012
|
Laporkan
ah so tau lo.apalagi lo yg urus makin hancur.. mang lo bisa gt.. primitip mnding diem koplok..
akenny
| 02/01/2012
|
Laporkan
silit loe toe yang item ...dasar soak ra ngerti bal2an komentar ... ni penjelasan dikit ISL mempertahankan klub yang telah berjuang dari divisi satu sampai kasta tertinggi dengan susah payah eh ...mau dislunduping klub2 antah berantah dasarnya ape?